Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memperoleh dukungan anggaran APBN sebesar Rp16 miliar pada 2026 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi. Dana tersebut disalurkan melalui skema tugas pembantuan Kementerian Transmigrasi dan dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sorong. Prioritas penggunaan anggaran mencakup pembangunan serta peningkatan jalan, sekaligus rehabilitasi fasilitas umum yang menunjang aktivitas masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sorong Ngatijo menjelaskan, salah satu pekerjaan utama yang mulai dilaksanakan adalah pengecoran jalan sepanjang 4,5 kilometer menuju lokasi transmigrasi lokal di Klamono dan Segun. Pembangunan akses ini diharapkan memperkuat konektivitas antara kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, dan wilayah kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas penduduk serta distribusi kebutuhan sehari-hari dapat berlangsung lebih lancar.
Anggaran Pemerintah Memperkuat Akses Kawasan
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, pekerjaan jalan tersebut memasuki tahap awal setelah proses lelang diselesaikan dan kontraktor mulai melakukan pematangan lokasi. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum pengecoran dilakukan, karena mencakup penyiapan badan jalan agar konstruksi dapat berjalan sesuai perencanaan. Pemerintah daerah memastikan pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan anggaran 2026 untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi secara bertahap.
Selain pembangunan jalan, dana Rp16 miliar itu juga digunakan untuk merehabilitasi fasilitas umum di kawasan transmigrasi. Dua gereja dan satu puskesmas pembantu telah selesai diperbaiki, sehingga masyarakat memperoleh dukungan yang lebih baik untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan pelayanan kesehatan dasar. Penyelesaian rehabilitasi fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur transportasi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan layanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Menyiapkan Permukiman Baru bagi Masyarakat Lokal
Rehabilitasi fasilitas umum diarahkan untuk memperkuat kawasan transmigrasi yang telah ada, sedangkan pembangunan jalan sepanjang 4,5 kilometer ditujukan menuju lokasi permukiman baru yang sedang dipersiapkan sebagai kawasan transmigrasi lokal. Pengembangan ini dapat menjadi fondasi bagi penataan permukiman, peningkatan akses layanan, dan pembukaan peluang ekonomi di Klamono serta Segun.
Infrastruktur yang memadai juga menjadi prasyarat penting agar kawasan baru dapat berkembang secara terencana dan terhubung dengan wilayah sekitarnya.
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sorong telah mengusulkan pembangunan dua satuan permukiman transmigrasi lokal di Klamono dan Segun untuk masuk dalam penganggaran APBN 2027. Setiap satuan permukiman direncanakan memiliki sekitar 100 unit rumah, dengan prioritas penempatan bagi orang asli Papua, terutama masyarakat pemilik hak ulayat di kawasan tersebut.
Rangkaian dukungan anggaran 2026 dan usulan program lanjutan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian daerah, memperluas akses pelayanan dasar, serta memastikan pembangunan permukiman berjalan dengan memperhatikan masyarakat lokal sebagai penerima manfaat utama.


