Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya mendorong digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) di sejumlah sekolah. Fasilitas tersebut diterapkan sebagai proyek percontohan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini diarahkan untuk membuat proses pembelajaran lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya menjelaskan, penempatan PID dilakukan dengan mempertimbangkan pembagian kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan pendidikan. Pemerintah provinsi mengambil peran melalui penyediaan contoh fasilitas di sekolah-sekolah tertentu, sedangkan pengembangan secara lebih luas diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemerintah kabupaten dan kota sesuai kewenangan serta kebutuhan daerah masing-masing. Pendekatan tersebut memungkinkan pemanfaatan teknologi pendidikan dikembangkan secara bertahap dan terukur.
Proyek Percontohan di Sejumlah Sekolah
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, proyek percontohan itu telah diterapkan di sejumlah satuan pendidikan, antara lain SMA Negeri 1 Kota Sorong, SMA Negeri 3 Kota Sorong, SMA YPK, serta salah satu SMA di Kabupaten Sorong. Fasilitas serupa juga diberikan kepada SMA Negeri 1 Maybrat dan SMK Negeri di Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan.
Daftar sekolah tersebut menunjukkan bahwa pengenalan pembelajaran digital mencakup jenjang sekolah menengah umum dan kejuruan di beberapa wilayah Papua Barat Daya.
Adolof mengatakan proyek percontohan tersebut disiapkan agar pemerintah kabupaten dan kota dapat melihat secara langsung pemanfaatan PID dalam kegiatan pembelajaran. Sekolah penerima menjadi tempat untuk mengembangkan pengalaman, mengidentifikasi kebutuhan, serta menilai kesesuaian sarana digital dengan kondisi pendidikan di masing-masing daerah. Dengan demikian, pengadaan fasilitas serupa tidak hanya berorientasi pada penyediaan perangkat, tetapi juga mempertimbangkan manfaatnya bagi proses belajar mengajar dan kapasitas pengelolaan di tingkat daerah.
Penguatan Tata Kelola dan Kualitas Pendidikan
Papan interaktif digital dapat mendukung penyampaian materi secara lebih variatif karena guru memiliki sarana untuk menggabungkan teks, gambar, video, dan bahan ajar digital dalam satu proses pembelajaran. Pemanfaatan tersebut membuka ruang bagi kegiatan belajar yang lebih interaktif, sekaligus membantu sekolah menyesuaikan metode pengajaran dengan perkembangan teknologi.
Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan dukungan teknis, pemeliharaan perangkat, serta akses listrik dan konektivitas yang memadai.
Pengembangan fasilitas pendidikan digital secara bertahap juga memperkuat tata kelola pembangunan pendidikan di Papua Barat Daya. Pemerintah provinsi memberikan stimulus dan contoh, sementara pemerintah kabupaten dan kota dapat menyusun pengembangan lanjutan berdasarkan kondisi sekolah, kemampuan anggaran, dan prioritas daerah.
Apabila koordinasi antarpemerintah berjalan konsisten, proyek percontohan ini berpotensi menjadi dasar perluasan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih merata, meningkatkan kompetensi digital pendidik dan peserta didik, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.


