Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menegaskan keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial merupakan kekuatan penting untuk mempercepat pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Mimika, Ananias Faot, dalam fokus grup diskusi pembinaan kesadaran bela negara yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten.
Forum yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika itu menjadi ruang untuk memperkuat peran ASN sebagai penggerak persatuan, pelayanan publik, dan perdamaian di tengah masyarakat.
Ananias mengatakan Mimika memiliki potensi pembangunan yang besar karena ditopang oleh masyarakat dengan keragaman identitas dan pengalaman sosial. Menurut dia, perbedaan tidak boleh diperlakukan sebagai alasan untuk terpecah, melainkan harus dikelola menjadi modal sosial dalam membangun daerah. Setiap warga, termasuk aparatur pemerintahan, memiliki tanggung jawab menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar proses pembangunan tidak terganggu oleh konflik maupun ketegangan sosial.
ASN Didorong Menjadi Pelopor Kerukunan
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, Ananias mengingatkan bahwa kesalahpahaman, perbedaan kepentingan, serta informasi yang belum terverifikasi dapat memicu konflik dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Karena itu, para ASN didorong menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, sekaligus agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Peran tersebut penting karena ASN berhubungan langsung dengan masyarakat melalui pelayanan pemerintahan dan menjadi bagian dari proses pelaksanaan kebijakan pembangunan.
Dalam menghadapi persoalan sosial, masyarakat dan aparatur diminta mengutamakan dialog, menghormati nilai-nilai adat yang selaras dengan hukum, serta menggunakan mekanisme penyelesaian yang sah. Ananias juga mengingatkan peserta agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan. Sikap berhati-hati dalam menerima maupun meneruskan informasi menjadi bagian dari tanggung jawab publik untuk menjaga stabilitas daerah dan melindungi kepentingan masyarakat luas.
Pembinaan Bela Negara Berlangsung Berkelanjutan
Kesbangpol Mimika terus melaksanakan pembinaan kesadaran bela negara secara berkelanjutan dengan membangun koordinasi bersama TNI dan Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut menunjukkan bahwa bela negara tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga mencakup pengabdian melalui profesi, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian sosial, dan pemeliharaan kerukunan.
Dalam konteks pemerintahan daerah, pengabdian ASN menjadi wujud nyata keikutsertaan dalam bela negara melalui pelaksanaan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Fokus grup diskusi tersebut mengangkat subtema pengabdian profesi ASN sebagai wujud keikutsertaan dalam bela negara dan diikuti kurang dari 200 peserta dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Ananias meminta seluruh peserta menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat hidup dalam konflik dan perpecahan, sehingga semangat bela negara perlu menjadi bagian dari karakter masyarakat Mimika serta landasan dalam setiap upaya pembangunan daerah.


