Pemerintah Provinsi Papua Barat menargetkan produk lokal menembus pasar nasional melalui peningkatan kualitas, sertifikasi, pemasaran digital, serta penguatan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan perdagangan yang terhubung dengan potensi daerah. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan kebijakan itu saat menghadiri pameran dagang lokal bagi pelaku UMKM di Manokwari, Jumat.
Dominggus menegaskan, perluasan perdagangan lokal harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM. Menurut dia, Papua Barat memiliki basis usaha yang beragam, mulai dari perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, hingga pengolahan pangan. Keragaman tersebut menjadi modal penting bagi daerah untuk menghasilkan produk bernilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha.
Penguatan Mutu dan Identitas Produk
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, pengembangan produk lokal tidak cukup hanya dengan meningkatkan volume produksi, tetapi juga memerlukan pembenahan mutu agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha memperkuat kemasan, identitas merek, serta legalitas dan sertifikasi produk. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pemasaran hingga tingkat nasional, bahkan internasional.
Selain produk pangan dan hasil olahan sumber daya alam, Papua Barat memiliki peluang besar pada sektor ekonomi kreatif. Produk kriya, batik, seni, dan berbagai barang berbasis kearifan lokal dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah apabila mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Sertifikasi, peningkatan desain, dan pengembangan merek perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses produksi, sehingga produk tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memenuhi standar komersial dan kebutuhan konsumen modern.
Pameran Membuka Akses Pasar dan Pembiayaan
Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menaruh perhatian pada kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan ruang digital. Pemasaran melalui platform digital dapat membantu usaha lokal menjangkau konsumen di luar wilayah Papua Barat dengan biaya promosi yang lebih efisien. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dalam membuat materi promosi, mengelola transaksi, menjaga kualitas layanan, dan membangun kehadiran merek di kanal digital menjadi bagian penting dari agenda perluasan pasar.
Pameran dagang yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, konsumen, perbankan, dan mitra potensial. Kegiatan tersebut diikuti 27 pelaku usaha orang asli Papua yang selama ini menghadapi keterbatasan akses promosi.
Selain memperkenalkan produk secara langsung, pameran juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh umpan balik pasar, memperluas jejaring bisnis, serta menjajaki dukungan pembiayaan dan kerja sama pengembangan produk.
Kepala Disperindag Papua Barat Bondan Santoso mengatakan, pameran itu merupakan bagian dari tindak lanjut program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM lokal. Hilirisasi diharapkan mendorong pelaku usaha mengembangkan produk dari bahan mentah menjadi barang olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dengan dukungan promosi, sertifikasi, pembiayaan modal, dan pendampingan usaha, UMKM Papua Barat memiliki fondasi lebih kuat untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional secara bertahap dan berkelanjutan.


