Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk menyusun studi kelayakan pengembangan potensi perikanan di Kabupaten Mimika pada 2026. Kajian ini diarahkan untuk memperbarui data dan perencanaan pembangunan agar sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan operasional kapal, serta perkembangan infrastruktur perikanan terkini. Langkah tersebut penting karena perairan Mimika di Laut Arafura merupakan salah satu wilayah penangkapan ikan paling potensial di Indonesia.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Papua Tengah Carlos Matuan menjelaskan, studi baru dibutuhkan untuk memperbarui kajian yang sebelumnya dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2018. Aktivitas penangkapan ikan di perairan Mimika terus berlangsung dengan intensitas tinggi sehingga pemerintah memerlukan dasar perencanaan yang lebih mutakhir. Data terbaru itu akan membantu pemerintah menentukan arah pengembangan kawasan, termasuk kebutuhan fasilitas pendukung kegiatan perikanan.
Kajian Akademik Menjadi Dasar Penguatan Infrastruktur
Seperti disadur dari ANTARA News Papua Tengah, perairan Mimika berada dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 yang dikenal sebagai salah satu golden fishing ground atau wilayah penangkapan ikan paling subur dan potensial di Indonesia. Posisi tersebut memberikan peluang besar bagi Papua Tengah untuk mengembangkan sektor perikanan secara lebih terencana, dengan tetap mempertimbangkan kapasitas kawasan dan kebutuhan pelaku usaha.
Kerja sama dengan Uncen diharapkan menghasilkan kajian yang mencerminkan kondisi riil, sehingga keputusan pembangunan tidak hanya bertumpu pada data lama.
Hasil studi kelayakan akan digunakan sebagai rujukan dalam menyusun rencana pengembangan sektor perikanan di Mimika. Salah satu aspek yang dikaji ialah kemungkinan perluasan dermaga serta peningkatan kapasitas layanan pelabuhan untuk mendukung kegiatan kapal dan distribusi hasil tangkapan. Pemerintah juga akan menelaah perubahan struktur pelabuhan, kebutuhan operasional armada, dan kesesuaian fasilitas dengan potensi kawasan yang berkembang.
Perencanaan Terpadu untuk Mendorong Ekonomi Daerah
Penguatan infrastruktur perikanan di Mimika berpotensi meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan, memperlancar mobilitas kapal, dan memperkuat rantai distribusi hasil perikanan. Namun, seluruh pembangunan perlu disusun berdasarkan kajian teknis dan kebutuhan aktual agar investasi pemerintah dapat memberikan manfaat maksimal bagi pelaku usaha serta masyarakat yang menggantungkan pendapatan pada sektor kelautan. Pendekatan berbasis data juga membuka ruang bagi pengembangan ekonomi daerah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Selain menyiapkan kajian pengembangan kawasan Pomako, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyusun perencanaan pembangunan dermaga di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia, Nabire, pada 2026. Perencanaan tersebut ditargetkan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan fisik pada 2027, dengan proses yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Berdasarkan data yang disadur dari ANTARA News Papua Tengah, produksi perikanan tangkap Papua Tengah telah mencapai 26.116 ton hingga Oktober 2026 dari wilayah laut dan perairan umum daratan, dengan produksi laut berasal dari Nabire dan Mimika.


