Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat memfasilitasi 27 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah Orang Asli Papua melalui pameran dagang lokal di Manokwari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas akses pemasaran bagi usaha berbasis potensi lokal.
Pameran ini diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Papua Barat dan dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.
Kepala Disperindag Papua Barat Bondan Santoso mengatakan, produk lokal Papua Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Namun, potensi tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses promosi dan jangkauan pasar. Karena itu, pameran dagang dirancang sebagai ruang temu antara pelaku usaha, konsumen, serta jejaring bisnis yang dapat membuka peluang pemasaran lebih luas.
Promosi dan Mutu Menjadi Kunci Daya Saing
Sebagaimana disadur dari Papua Kini, Bondan menjelaskan bahwa fasilitasi promosi tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk secara lebih terarah. Menurut dia, peningkatan daya saing tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada strategi pemasaran, konsistensi kualitas, dan kesiapan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar. Pendekatan ini menempatkan promosi sebagai bagian dari proses penguatan usaha, bukan sekadar kegiatan penjualan dalam jangka pendek.
Melalui pameran tersebut, 27 UMKM OAP memperoleh kesempatan untuk menampilkan produk secara langsung kepada masyarakat dan calon mitra usaha. Interaksi dalam kegiatan ini dapat memberikan masukan mengenai selera konsumen, kemasan, kualitas, serta aspek lain yang perlu diperbaiki sebelum produk dipasarkan ke wilayah yang lebih luas. Bagi pelaku usaha, pengalaman tersebut penting untuk membangun kepercayaan pasar sekaligus memperkuat identitas produk lokal Papua Barat.
Memperkuat Rantai Ekonomi Lokal
Fasilitasi pameran juga memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi daerah karena mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksinya secara bertahap. Ketika promosi berjalan beriringan dengan perbaikan mutu dan pemenuhan standar, UMKM memiliki peluang lebih besar membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan. Perluasan pasar pada akhirnya dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal, menciptakan permintaan terhadap bahan baku, serta membuka kesempatan kerja di sepanjang rantai produksi dan distribusi.
Pembukaan pameran oleh Gubernur Dominggus Mandacan didampingi Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere ditandai dengan penabuhan tifa. Kehadiran pimpinan daerah menunjukkan dukungan kelembagaan terhadap pengembangan UMKM OAP sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi Papua Barat.
Ke depan, keberlanjutan program serupa perlu diarahkan pada pendampingan usaha, penguatan kemasan dan standardisasi, akses pembiayaan, serta perluasan jejaring pemasaran agar produk lokal tidak berhenti pada pameran, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.


