Kodam XVII/Cenderawasih memulai karya bakti skala besar 2026 di Provinsi Papua Pegunungan dengan membangun infrastruktur dasar dan memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Tolikara, dan Lanny Jaya. Program yang didanai Kementerian Pertahanan tersebut mencakup penyediaan air bersih, listrik, sanitasi, jembatan, fasilitas pendidikan, serta perumahan bagi masyarakat.
Pelaksanaan karya bakti direncanakan berlangsung selama sekitar 60 hari dan menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Pangdam menyatakan program ini merupakan implementasi tugas TNI Angkatan Darat dalam pembinaan teritorial melalui pendekatan kesejahteraan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Memperluas Akses Layanan Dasar
Berdasarkan informasi yang disadur dari Suara Papua, sasaran pembangunan meliputi 18 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kodam XVII/Cenderawasih juga akan membangun 12 titik pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau PLTMH, lengkap dengan jaringan pipanisasi, sehingga sejumlah wilayah dapat memperoleh dukungan energi yang lebih memadai. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu memperbaiki kualitas hidup warga sekaligus mendukung aktivitas rumah tangga dan perekonomian lokal.
Di bidang sanitasi, program ini mencakup pembangunan 13 unit fasilitas mandi, cuci, kakus atau MCK. Dua unit jembatan juga disiapkan untuk memperbaiki konektivitas antarkawasan dan memudahkan mobilitas masyarakat. Selain itu, dua sekolah menengah kejuruan akan direvitalisasi, lima unit rumah layak huni dibangun, serta sejumlah rumah tidak layak huni direhabilitasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan keluarga.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengapresiasi dukungan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayahnya. Ia menegaskan, seluruh pembiayaan program berasal dari Kementerian Pertahanan melalui Mabes TNI dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Papua Pegunungan. Pemerintah provinsi berharap pola dukungan tersebut dapat diperluas dari tiga kabupaten sasaran saat ini ke lima kabupaten lainnya di Papua Pegunungan.
Pelaksanaan program juga melibatkan unsur kepolisian, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komponen masyarakat lainnya. Pangdam meminta seluruh personel bekerja dengan dedikasi, profesionalisme, dan disiplin, sekaligus menghormati adat istiadat serta kearifan lokal. Rangkaian pembukaan turut diisi pertunjukan budaya perang khas Papua Pegunungan dan pengibaran bendera Merah Putih sebagai penanda dimulainya kegiatan.
Ke depan, Kodam XVII/Cenderawasih akan melakukan asesmen di kabupaten lain untuk memetakan kebutuhan dan menentukan prioritas karya bakti berikutnya. Langkah tersebut penting agar pembangunan berbasis kebutuhan dapat menjangkau wilayah yang masih menghadapi keterbatasan air bersih, energi, sanitasi, konektivitas, pendidikan, dan hunian.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat, program ini berpotensi memperkuat layanan dasar sekaligus menciptakan fondasi yang lebih baik bagi kemandirian dan pertumbuhan ekonomi Papua Pegunungan.


