Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membina 50 pelaku usaha dalam kegiatan sosialisasi pembinaan mutu unit pengolahan ikan di Kota Jayapura, Selasa. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap standar mutu dan keamanan hasil perikanan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas produk olahan ikan agar lebih aman dikonsumsi, memenuhi ketentuan, dan memiliki daya saing di pasar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal mengatakan penerapan standar mutu merupakan unsur penting dalam menjaga kualitas produk sejak bahan baku diterima hingga barang siap dipasarkan. Menurut dia, standar tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga mencakup tata kelola proses pengolahan dan pengemasan.
Kepastian terhadap mutu produk diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk perikanan yang dihasilkan pelaku usaha Papua.
Memperkuat Pemahaman tentang Standar dan Legalitas
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua, kegiatan pembinaan melibatkan sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dalam aspek perizinan, pengawasan pangan, dan sertifikasi halal. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jayapura menyampaikan materi mengenai perizinan berusaha berbasis risiko di bidang pengolahan dan pemasaran hasil kelautan serta perikanan. Materi ini penting agar pelaku usaha memahami jenis perizinan yang diperlukan sesuai kegiatan dan tingkat risiko usahanya.
Selain itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jayapura memberikan penjelasan mengenai kebijakan serta prosedur pengurusan izin edar produk olahan hasil perikanan. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal turut mengenalkan sistem jaminan produk halal dan penerapannya dalam kegiatan usaha. Keterlibatan lintas instansi membuat pelaku usaha memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai persyaratan produksi, pengawasan, legalitas, dan pemasaran produk.
Dorong Produk Perikanan Lebih Aman dan Kompetitif
Iman menjelaskan, DKP Papua akan terus mengawal pelaku usaha agar pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi dapat diterapkan secara nyata. Pendampingan itu mencakup penanganan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga tahapan ketika produk siap dipasarkan. Pendekatan tersebut diperlukan karena mutu dan keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh satu tahapan, melainkan oleh konsistensi seluruh rangkaian produksi.
Penerapan standar mutu, legalitas usaha, izin edar, dan jaminan halal diharapkan memberi dampak langsung terhadap penguatan posisi produk perikanan Papua. Produk yang memenuhi persyaratan akan lebih mudah memperoleh kepercayaan konsumen karena memiliki kepastian mengenai keamanan dan proses pengolahannya. Dalam jangka lebih panjang, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan serta memperluas peluang pemasaran secara tertib dan berkelanjutan.
Pembinaan terhadap 50 pelaku usaha juga menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga teknis dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang bertanggung jawab. Bagi pelaku usaha, pemahaman mengenai standar dan perizinan menjadi dasar untuk memperbaiki proses produksi sekaligus mengurangi hambatan ketika mengembangkan pasar.
DKP Papua berharap pembinaan ini mendorong lahirnya produk olahan ikan yang bermutu, aman, legal, dan memiliki jaminan halal sehingga mampu memperkuat daya saing serta meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.


