Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) mengajak generasi muda di Papua menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi hoaks, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan BMP RI di Jayapura yang juga diisi penyaluran 5.000 paket sembako kepada masyarakat dan santunan bagi para sesepuh organisasi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan kebangsaan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan upaya mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.
Ketua BMP RI, Max, menegaskan organisasi tersebut tetap berkomitmen menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam memastikan ruang sosial Papua tetap kondusif, terutama di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media digital. Karena itu, kemampuan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya menjadi bagian penting dari tanggung jawab warga negara.
Persatuan sebagai Modal Pembangunan Papua
Sebagaimana disadur dari MetroTVNews.com, Max menyatakan BMP RI konsisten menjaga Pancasila dan menegaskan bahwa Papua merupakan bagian yang sah dari NKRI. Pernyataan tersebut disampaikan dalam tayangan Headline News Metro TV pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak membiarkan isu provokatif dan kabar bohong memengaruhi hubungan antarmasyarakat maupun mengganggu agenda pembangunan.
Seruan itu relevan dengan kebutuhan pembangunan Papua yang memerlukan stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan keterlibatan masyarakat secara luas. Persatuan bukan hanya berkaitan dengan sikap kebangsaan, melainkan juga menjadi dasar bagi pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas lokal untuk bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Dalam konteks tersebut, generasi muda dapat berkontribusi melalui pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, serta penggunaan media digital untuk menyebarkan informasi yang bertanggung jawab.
Dukungan Sosial dan Penguatan Ekonomi Lokal
Selain menyampaikan pesan persatuan, BMP RI mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan Papua melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan organisasi. BMP RI juga mengharapkan dukungan pemerintah agar usaha-usaha tersebut dapat berkembang lebih baik. Dukungan itu dapat diarahkan pada penguatan kapasitas pengelola, akses pembiayaan, pendampingan produksi, pemasaran, serta perluasan jejaring usaha, sehingga UMKM mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan yang sama, BMP RI menyalurkan 5.000 paket sembako kepada sejumlah kelompok masyarakat, antara lain para janda, pedagang asli Papua, anak jalanan, dan penyandang disabilitas. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan langsung bagi warga yang membutuhkan. BMP RI juga memberikan santunan kepada para sesepuh yang merupakan pendiri organisasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun dan menjaga keberlanjutan organisasi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat berkelanjutan. Bantuan sosial penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, sedangkan penguatan UMKM, pendidikan literasi digital, dan pelibatan anak muda dapat memperluas dampak pembangunan dalam jangka panjang.
Dengan menjaga persatuan, menolak hoaks, serta memperkuat ekonomi lokal, masyarakat Papua memiliki ruang yang lebih besar untuk berperan dalam pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/22-April-2025-Bantuaannn-lah.jpg)

