Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, memperkuat kapasitas sumber daya manusia orang asli Papua (OAP) di sektor pariwisata melalui pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata. Sebanyak 15 pemandu wisata OAP dikirim ke Kampung Inggris, Kediri, Jawa Timur, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan wisatawan mancanegara.
Program yang dilaksanakan melalui Dinas Pariwisata Kota Sorong itu dibiayai dari dana otonomi khusus (Otsus) dan diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat asli Papua dalam pengembangan ekonomi pariwisata daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong Zikri Atiqi Helmi mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari agenda pemberdayaan masyarakat OAP melalui peningkatan kualitas SDM. Penguatan kompetensi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemandu wisata yang berinteraksi secara langsung dengan pengunjung dari berbagai negara.
Kemampuan berbahasa Inggris dinilai menjadi keterampilan penting agar pemandu mampu menyampaikan informasi mengenai destinasi, budaya, serta potensi wisata Kota Sorong secara lebih jelas dan profesional.
Otsus Diarahkan untuk Penguatan SDM Pariwisata
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, pemanfaatan dana Otsus dalam program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat OAP, bukan hanya melalui bantuan, tetapi juga melalui pembekalan keterampilan yang dapat digunakan dalam pekerjaan. Lima belas peserta memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran di Kampung Inggris, Kediri, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.
Penempatan peserta di lingkungan pelatihan tersebut diharapkan memberi pengalaman belajar yang lebih intensif dan relevan dengan kebutuhan pelayanan wisata.
Program itu terutama menyasar pemandu yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan layanan kunjungan wisatawan asing. Dalam aktivitas tersebut, pemandu tidak hanya bertugas mengantar wisatawan ke lokasi tujuan, tetapi juga menjelaskan daya tarik kawasan, mendampingi perjalanan, serta membantu memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Penguasaan bahasa Inggris dapat mengurangi hambatan komunikasi, meningkatkan kualitas penyampaian informasi, dan memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap layanan yang tersedia di daerah.
Memperluas Peluang Kerja dan Daya Saing Lokal
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ketika kembali ke Kota Sorong. Penerapan tersebut dapat dilakukan dalam pelayanan langsung kepada wisatawan mancanegara maupun melalui berbagi pengetahuan dengan pelaku wisata lain di komunitasnya. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada 15 peserta, tetapi berpotensi meluas melalui peningkatan standar pelayanan dan pertukaran pengalaman di antara pemandu wisata serta pengelola destinasi.
Peningkatan kemampuan pemandu wisata OAP juga berhubungan dengan peluang ekonomi yang dapat tumbuh di sekitar destinasi. Pemandu yang lebih kompeten memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan terlibat dalam rantai usaha pariwisata, termasuk pengelolaan desa wisata dan layanan pendukung kunjungan.
Bagi pemerintah daerah, penguatan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi langkah penting untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat asli Papua.
Zikri menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pemandu wisata OAP akan terus diupayakan setiap tahun. Keberlanjutan program diperlukan agar pembentukan SDM pariwisata tidak berlangsung secara sesaat, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang terencana. Konsistensi pelatihan juga dapat membantu membangun tenaga pemandu yang semakin siap menghadapi kebutuhan wisatawan dan mampu bersaing dalam industri pariwisata.
Melalui pelatihan bahasa Inggris dan pengembangan keterampilan lainnya, Pemerintah Kota Sorong berupaya menghubungkan potensi wisata dengan kesiapan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Langkah tersebut diharapkan mendukung pengembangan destinasi di Kota Sorong sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi OAP untuk berperan aktif dalam industri pariwisata.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, investasi pada SDM dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu layanan, perluasan kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
