Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, bersama Bank Papua dan Perwakilan BKKBN Papua Barat meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Sahabat Genting untuk memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Program ini diarahkan untuk memperluas keterlibatan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, masyarakat, dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok yang rentan mengalami gangguan pertumbuhan.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Sumber Daya Manusia Nico Salosa mengatakan stunting merupakan tantangan serius dalam pembangunan daerah karena dampaknya tidak berhenti pada aspek kesehatan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, kesiapan mengikuti pendidikan, serta produktivitas pada masa mendatang. Karena itu, penanganannya memerlukan kerja bersama yang berkelanjutan, termasuk dukungan pembiayaan dan kepedulian dari sektor usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keluarga Berisiko
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, program Sahabat Genting menyasar ibu hamil, ibu menyusui, ibu pada masa nifas, bayi, balita, serta keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan. Sasaran tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting dilakukan sejak fase awal kehidupan, ketika pemenuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan memiliki peran penting terhadap pertumbuhan anak.
Pendekatan itu juga menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam memastikan intervensi kesehatan berjalan secara konsisten di tingkat rumah tangga.
Pada peluncuran program, Pemerintah Kabupaten Sorong menyerahkan bantuan nutrisi berupa telur dan susu kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu pada masa nifas. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sorong Ferry Fatem menegaskan, percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor karena persoalan ini berkaitan dengan kesehatan, perkembangan anak, kualitas pendidikan, dan produktivitas generasi mendatang.
Dukungan Dunia Usaha Memperluas Dampak Program
Ferry menilai keterlibatan dunia usaha melalui program corporate social responsibility atau CSR penting untuk memperluas dukungan bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting. Kemitraan tersebut dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam menjangkau penerima manfaat, terutama melalui bantuan pemenuhan gizi dan dukungan terhadap kegiatan kesehatan masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, kerja sama antara pemerintah dan perusahaan juga membuka ruang bagi penanganan masalah sosial secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data capaian semester pertama 2026, program Genting di Provinsi Papua Barat Daya telah menjangkau 697 keluarga berisiko stunting dari target 1.292 keluarga atau sekitar 55,2 persen. Angka itu menunjukkan adanya kemajuan sekaligus ruang untuk memperluas cakupan pendampingan hingga seluruh keluarga sasaran.
Perwakilan Bank Papua Rowi Yus LY Dato menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus berkontribusi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program CSR dan mendukung percepatan penurunan stunting di Tanah Papua. Penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas pemenuhan gizi keluarga serta membentuk generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
