Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Papua Barat mengirim dua delegasi untuk mengikuti Wirasena Youth Camp 2026 di Jakarta pada 21–31 Oktober 2026. Kedua delegasi tersebut, Eral Palezci Ohoilulin dan Rahel Oktafina Masoka, dilepas Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Papua Barat Muh. Sahir di kantor Dispora Papua Barat, Selasa (20/10/2026).
Keikutsertaan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta peran pemuda Papua Barat dalam forum nasional.
Pelepasan delegasi dilakukan Muh. Sahir mewakili Kepala Dispora Papua Barat. Dalam kesempatan tersebut, kedua peserta juga menerima manik khas Suku Arfak sebagai penanda identitas budaya daerah yang akan mereka bawa selama mengikuti kegiatan. Wirasena Youth Camp dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, sehingga forum itu memiliki relevansi kuat dengan agenda penguatan persatuan dan kepemudaan di Indonesia.
Seleksi Terbuka untuk Menyiapkan Representasi Papua Barat
Sebagaimana disadur dari klikpapua, Muh. Sahir menyampaikan bahwa Dispora Papua Barat secara khusus mengutus delegasi untuk mewakili daerah dalam ajang nasional tersebut. Ia menjelaskan, Wirasena Youth Camp dirancang untuk membentuk karakter dan kepemimpinan pemuda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Kehadiran Eral dan Rahel di Jakarta diharapkan menjadi kesempatan pembelajaran yang memperkaya wawasan mereka mengenai kepemimpinan, kerja sama, serta kontribusi generasi muda dalam pembangunan.
Kedua delegasi terpilih melalui proses seleksi daring yang diselenggarakan Dispora Papua Barat. Seleksi itu dibuka bagi peserta dari seluruh kabupaten di Papua Barat, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pemuda daerah untuk berpartisipasi dalam program pengembangan kapasitas. Dari proses tersebut, ditetapkan satu delegasi putra dan satu delegasi putri sebagai representasi Papua Barat pada Wirasena Youth Camp 2026.
Promosi Pariwisata dan Kebudayaan di Forum Nasional
Selama berada dalam kegiatan, Eral dan Rahel akan memperkenalkan potensi pariwisata, adat, dan budaya Papua Barat kepada peserta dari berbagai daerah. Peran tersebut menempatkan delegasi bukan hanya sebagai peserta pelatihan kepemudaan, tetapi juga sebagai representasi daerah yang menyampaikan kekayaan sosial dan budaya Papua Barat secara langsung. Promosi melalui forum nasional dapat membantu memperluas pemahaman publik mengenai karakteristik daerah sekaligus membuka ruang jejaring antarpemuda.
Pengiriman dua delegasi ini juga memperlihatkan pentingnya kebijakan kepemudaan yang memberikan akses setara melalui seleksi terbuka dan berbasis partisipasi daerah. Pengalaman mengikuti kegiatan nasional dapat menjadi modal bagi kedua peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja kolaboratif setelah kembali ke Papua Barat. Pengetahuan serta jejaring yang diperoleh berpotensi diterapkan dalam kegiatan kepemudaan, sosial, dan promosi potensi daerah di lingkungan masing-masing.
Wirasena Youth Camp 2026 menjadi salah satu ruang strategis bagi Papua Barat untuk menyiapkan generasi muda yang percaya diri dalam forum nasional, namun tetap berakar pada identitas daerah. Melalui keterlibatan dua delegasi, Dispora Papua Barat memperkuat jalur pembinaan pemuda sekaligus mendorong mereka berperan aktif dalam memperkenalkan potensi daerah.
Ke depan, pengalaman dari program seperti ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengembangan agenda kepemudaan yang lebih luas, inklusif, serta berkelanjutan di Papua Barat.