Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan 150 unit laptop ke sejumlah sekolah di lima kabupaten dan satu kota untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan sarana pendidikan berbasis teknologi di daerah. Distribusi perangkat dilakukan dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah, yakni lima hingga 10 unit laptop.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengatakan pengadaan perangkat tersebut diarahkan untuk mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan. TKA digunakan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih terstruktur, terutama dalam aspek membaca dan berhitung. Ketersediaan laptop di sekolah diharapkan membantu pelaksanaan evaluasi berlangsung lebih tertib, terukur, dan menjangkau lebih banyak peserta didik.
Memperkuat Pengukuran Kemampuan Dasar
Berdasarkan informasi yang disadur dari ANTARA News Papua Tengah, sebanyak 150 laptop itu disiapkan untuk diserahkan kepada sekolah-sekolah di wilayah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. Adolof menjelaskan, terdapat sekolah yang menerima lima unit, sementara sekolah lainnya memperoleh 10 unit, sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pelaksanaan kegiatan di masing-masing satuan pendidikan.
Pelaksanaan TKA tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pengujian, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai capaian kemampuan dasar siswa. Hasil tes dapat menjadi salah satu acuan bagi sekolah dan pemerintah daerah dalam mengenali aspek pembelajaran yang telah berjalan baik maupun bidang yang masih memerlukan penguatan. Dengan data tersebut, perencanaan peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Perluasan Akses Sarana Pendidikan
Dukungan perangkat teknologi juga memberi manfaat langsung bagi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran dan evaluasi akademik. Laptop dapat digunakan untuk mendukung kegiatan TKA sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, khususnya di sekolah yang sebelumnya memiliki keterbatasan perangkat. Langkah ini penting untuk memperkecil kesenjangan akses fasilitas pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan daerah kabupaten.
Dinas Pendidikan Papua Barat Daya menyatakan akan terus melakukan intervensi terhadap sekolah-sekolah yang belum terjangkau program bantuan tersebut. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kebutuhan setiap wilayah, sehingga pengadaan sarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap dan lebih merata.
Ke depan, kesinambungan bantuan perangkat, pemanfaatan data hasil TKA, serta pendampingan kepada sekolah menjadi faktor penting untuk memastikan teknologi benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kemampuan dasar siswa di Papua Barat Daya.
