PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) ke-8 yang berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 23-31 Oktober 2026. Kompetisi nasional di bidang tanggap darurat dan keselamatan pertambangan tersebut diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan ini mempertemukan tim-tim penyelamat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di sektor pertambangan.
Kepala Teknik Tambang PTFI Carl Tauran mengatakan perusahaan bangga kembali dipercaya menjadi tuan rumah IFRC setelah penyelenggaraan serupa pada 2005. Menurut dia, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk bertukar pengalaman dan menyebarluaskan praktik terbaik dalam penanganan keadaan darurat. Dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, serta memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
Keselamatan Pertambangan dan Kolaborasi Daerah
“Ini juga penting bagi kami untuk memastikan bahwa operasi kami itu aman. Salah satu fondasi dasar jaminan operasi pertambangan yang aman adalah kesiapsiagaan dan ketanggapdaruratan di perusahaan,” kata Carl Tauran dalam konferensi pers di Kuala Kencana.
PTFI menargetkan penyelenggaraan IFRC 2026 berlangsung dengan standar keselamatan yang kuat, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua yang berkembang di Mimika. Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, komitmen tersebut diarahkan agar kegiatan nasional ini memberi ruang bagi promosi daerah tanpa mengurangi fokus utama pada keselamatan dan kompetensi tanggap darurat.
Ketua Panitia IFRC 2026 Periyadi menjelaskan, persiapan kegiatan telah dilakukan sejak 2025 hingga menjelang pelaksanaan pada Oktober 2026. Salah satu kekhasan penyelenggaraan tahun ini ialah penguatan unsur budaya Papua melalui rencana peresmian patung budaya Kamoro di depan pintu masuk lokasi kompetisi, yakni Kantor Pemadam Kebakaran PTFI.
Panitia juga menggandeng mitra usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan kru dan peserta, termasuk penyediaan peralatan, perlengkapan, akomodasi, konsumsi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
UMKM dan Pendidikan Keselamatan Mendapat Ruang
Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari manfaat ekonomi yang diharapkan muncul selama penyelenggaraan IFRC 2026. Panitia akan menghadirkan pameran UMKM binaan PTFI serta pameran dari divisi kerja perusahaan untuk memberikan informasi kepada peserta dan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi pelaku usaha di Mimika untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada tamu dari berbagai daerah, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal melalui kebutuhan kegiatan berskala nasional.
Dimensi pendidikan juga menjadi perhatian melalui program Safety Goes to School yang melibatkan 10 sekolah di Mimika dengan perkiraan 1.000 siswa. Peserta didik jenjang SMP, SMA, dan SMK akan memperoleh pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan serta ketanggapdaruratan, kemudian diberi kesempatan menyaksikan langsung kompetisi. Program ini diharapkan membantu membangun pemahaman keselamatan sejak usia sekolah, baik dalam lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Juri IFRC sekaligus perwakilan Pertapindo Wiyono Winarno mengapresiasi dedikasi PTFI sebagai tuan rumah dan komitmennya mendukung keberlanjutan kompetisi. IFRC diselenggarakan setiap dua tahun oleh Pertapindo bersama Kementerian ESDM dan pada 2026 akan diikuti 17 tim, terdiri atas 15 tim dari luar Papua Tengah serta dua tim dari Mimika.
Meskipun berstatus kompetisi tingkat nasional, seluruh proses penilaian menggunakan standar internasional, sehingga ajang ini menjadi sarana pengukuran kompetensi sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penyelamatan dan keselamatan pertambangan.
