Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Pemerintah Provinsi Papua menetapkan empat peserta memenuhi syarat dalam seleksi administrasi calon Sekretaris Daerah Papua. Keputusan tersebut diambil setelah panitia memverifikasi dokumen tujuh pelamar yang mengikuti tahapan awal pengisian jabatan.
Empat peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya wajib mengikuti Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural atau assessment test pada 27–29 Oktober 2026 di Pusat Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PUSPENKOM) Badan Kepegawaian Negara di Jakarta.
Keempat peserta yang dinyatakan memenuhi syarat terdiri atas Yohanes Walilo, L. Christian Sohilait, Raymond J.W. Mandibondibo, dan Robert Lukas Nadap Awi. Pengumuman hasil seleksi administrasi itu dituangkan dalam Pengumuman Nomor 10/PANSEL-JPTM/PAPUA/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Informasi mengenai hasil seleksi kemudian disampaikan kepada publik pada 13 Oktober sebagai bagian dari rangkaian proses pengisian jabatan Sekda Provinsi Papua secara terbuka.
Seleksi Terbuka untuk Memperkuat Tata Kelola
Proses seleksi terbuka tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan calon Sekda Papua memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan birokrasi daerah. Jabatan Sekretaris Daerah memiliki peran strategis dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, serta administrasi pemerintahan. Karena itu, proses verifikasi administrasi dan pengujian kompetensi diperlukan agar penilaian terhadap para peserta dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang disadur dari Pemerintah Provinsi Papua, penetapan empat peserta memenuhi syarat dilakukan setelah panitia seleksi menyelesaikan pemeriksaan terhadap tujuh pelamar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh peserta belum otomatis ditetapkan sebagai Sekda, melainkan baru dinyatakan lolos pada tahap administrasi. Mereka masih harus menjalani assessment yang menguji kompetensi manajerial dan kemampuan sosial kultural sebagai bagian dari proses seleksi lanjutan.
Assessment Menjadi Tahap Penentu Berikutnya
Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 27 hingga 29 Oktober 2026, di PUSPENKOM BKN Jakarta. Tahapan ini akan memberikan gambaran mengenai kapasitas peserta dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan, membangun koordinasi, serta menjalankan tugas dalam lingkungan pemerintahan yang beragam. Penyelenggaraan assessment di lembaga penilaian kompetensi aparatur negara juga menempatkan proses seleksi dalam kerangka evaluasi berbasis kompetensi.
Bagi Pemerintah Provinsi Papua, rangkaian seleksi ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja. Sekda yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta memastikan agenda pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan efektif.
Dengan tahapan yang dilakukan secara terbuka, proses ini juga memberi kepastian informasi kepada peserta dan masyarakat mengenai perkembangan pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Setelah assessment dilaksanakan, proses seleksi akan berlanjut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku bagi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Hasil setiap tahapan akan menjadi bahan pertimbangan panitia dalam menyusun proses lanjutan menuju penetapan calon terbaik. Kepastian jadwal, identitas peserta yang lolos administrasi, serta dasar pengumuman menjadi elemen penting untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan aparatur sipil negara di Papua.
