Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua Pegunungan melalui peningkatan kualitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemitraan yang lebih inklusif. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Jayawijaya pada 25 Juli 2024. Kegiatan itu mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah daerah, pengurus Dekranas, serta pemangku kepentingan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.
Tri Tito Karnavian hadir bersama Ketua Manajemen Usaha Dekranas Sri Suparni Bahlil dan pengurus Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM), Ernawati Trenggono. Kunjungan tersebut diarahkan untuk melihat langsung potensi kerajinan dan ekonomi kreatif yang berkembang di wilayah pegunungan. Produk yang ditampilkan tidak hanya noken, tetapi juga tas, kaus bermotif noken, serta kerajinan anyaman rotan yang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Penguatan Produk Kerajinan dan Akses Pasar
Berdasarkan informasi yang disadur dari KabarPapua.co, Forum Konsultasi Peningkatan UMKM yang digelar Dekranas di Gereja Elshaday diikuti sekitar 500 peserta. Peserta berasal dari kalangan perajin kerajinan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas peningkatan mutu produk, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta strategi memperluas pemasaran agar produk kerajinan Papua Pegunungan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran Dekranasda dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Pameran itu memperlihatkan keragaman produk dan potensi usaha dari masing-masing wilayah, sekaligus membuka peluang terjadinya promosi serta pertukaran pengalaman antarpelaku UMKM. Kehadiran pemerintah daerah dan pengurus TP PKK dari seluruh kabupaten menunjukkan pentingnya kerja sama lintaswilayah dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Kolaborasi UMKM, Pendidikan, dan Pariwisata
Selain agenda pengembangan UMKM, kunjungan tersebut mencakup kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas pendukung masyarakat. Tri Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), menyerahkan bantuan sepatu serta perlengkapan sekolah kepada 300 siswa.
Dekranas juga mengunjungi SD Napua PGLLI dan Gereja Kingmi di Tanah Papua, serta meresmikan Lapangan Voli Ibu Kabinet KIM dan Jembatan Pantau Wisata di halaman SD Napua PGLLI.
Penguatan potensi lokal turut terlihat dalam kegiatan di kawasan wisata Hutan Kota Isakusa. Di lokasi itu, pengunjung menyaksikan peragaan Noken Street Fashion yang menampilkan kreativitas model Jayawijaya dalam mengangkat noken sebagai bagian dari produk fesyen.
Agenda tersebut juga mempertemukan rombongan dengan pegiat kopi lokal, antara lain Denni Jigibalom, Frengki Gombo, Moses Jigibalom, dan Jimmi Kogoya dari Kopi Jejak Anak Papua (JAP), yang mengembangkan komoditas kopi sebagai produk ekonomi daerah.
Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai mengatakan wilayah tersebut memiliki kekhasan sosial budaya yang kuat di delapan kabupaten. Menurut dia, ekonomi kreatif berbasis budaya, khususnya noken, berjalan beriringan dengan potensi pertanian hortikultura dan kopi yang berorientasi ekspor. Karena itu, pemerintah provinsi menaruh perhatian pada pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari penanaman, pengolahan, peningkatan kualitas, hingga pemasaran.
Velix berharap pemerintah pusat terus memperkuat Gerakan Kemitraan Inklusif agar UMKM Papua Pegunungan dapat naik kelas. Kemitraan yang konsisten diperlukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, penguatan standar produk, dan jaringan pemasaran. Dengan dukungan pemerintah, Dekranas, pemerintah kabupaten, serta pelaku usaha, kerajinan, pertanian, dan kopi di Papua Pegunungan memiliki dasar untuk berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
